Selasa, 24 November 2015

Makalah Pengawasan Dalam Management

UNIVERSITAS ISLAM DJAKARTA

Disusun oleh :
•    Amran Rabani Zubaidi
•    Ahmad Fathoniansyah
•    Achmad Abdu Qowie 
•    Ahmad Satiri                  
•    Alvin Rabbil                  

BAB I
PENDAHULUAN

A.         Latar Belakang
Fungsi pengawasan merupakan fungsi yang terakhir dari proses manajemen. Fungsi ini mempunyai kaitan erat dengan keempat fungsi manajemen lainnya. Melalui fungsi pengawasan, srandar keberhasilan program yang dituangkan dalam bentuk target, prosedur kerja dan sebagainya harus selalu dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai atau yang mampu dikerjakan oleh staf. Fungsi pengawasn bertujuan agar penggunaan sumber daya, dapat lebuh diefisiensikan, dan tugas-tugas staf untuk mencapai tujuan program dapat kebih diefektifkan.

B.      Rumusan Masalah
1.  Jelaskan pengertian  dan fungsi pengawasan ?
2. Manfaat dari pengawasan ?

C.         Tujuan dan Manfaat
     1.      Pengawasan dan pengendalian sebagai salah satu fungsi manajemen.
     2.      Pengertian tentang fungsi suatu pengawasan

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian  Pengawasan dan Pengendalian (Controling)

Controlling atau pengawasan dan pengendalian (wasdal) adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi sesuatu
Controlling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai: “the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.
Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa: “pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”

B.   Fungsi pengawasan
Sebagai suatu pengendalian manajemen yang bebas dalam menyelesaikan tanggung jawabnya secara efektif maka fungsi pengawasan adalah :
1. Untuk menilai apakah pengendalian manajemen telah cukup memadai dan dilaksanakan secara efektif.
2. Untuk menilai apakah laporan yang dihasilkan telah menggambarkan kegiatan yang sebenarnya secara cermat dan tepat.
3. Untuk menilai apakah setiap unit telah melakukan kebijaksanaan dan prosedur yang menjadi tanggung jawabnya.
4. Untuk meneliti apakah kegiatan telah dilaksanakan secara efisien.
5. Untuk meneliti apakah kegiatan telah dilaksanakan secara efektif yaitu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian fungsi pengawasan adalah membantu seluruh manajemen dalam menyelesaikan tanggung jawabnya secara efektif dengan melaksanakan analisa, penilaian, rekomendasi dan penyampaian laporan mengenai kegiatan yang diperiksa. Oleh karena itu internal audit harus dapat memberikan pelayanan kepada manajemen, sehingga manajemen dapat mengetahui apakah system pengendalian yang telah diterapkan berjalan dengan baik dan efektif untuk memperoleh keadaan sesungguhnya.
Secara umum, pengawasan dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain sebagai berikut
Ada tiga bentuk standar yang umum:
A    .Standar-standar phisik; meliputi kuantitas barang atau jasa, jumlah langganan, atau kualitas produk.
b.    Standar-standar moneter; yang ditunjukkan dalam rupiah dan mencakup biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penjualan, dan sejenisnya.
c.    Standar-standar waktu; meliputi kecepatan produksi atau batas waktu suatu pekerjaan harus diselesaikan.


C.   Tahapan Tahapan Proses Pengawasan
1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang  digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum, yaitu :
a. standar phisik      b. standar moneter    c. standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat.
3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan laporan, metode, pengujian, dan sampel.
4. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya
mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan
bagai manajer.
5. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada
perbaikan dalam pelaksanaan.
D. Bentuk Bentuk Pengawasan
1. Pengawasan Pendahulu (feeforward control, steering controls)
Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi  dibuat sebelum kegiatan terselesaikan. Pengawasan ini akan efektif bila manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan.
2. Pengawasan Concurrent (concurrent control)
Yaitu pengawasan “Ya-Tidak”, dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi  syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan  pelaksanaan kegiatan.
3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control, past-action controls)
Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur  penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar.

E.  MACAM-MACAM PENGAWASAN
1.    Pengawasan Intern dan Ekstern

Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada di dalam lingkungan unit organisasi yang bersangkutan.” Pengawasan dalam bentuk ini dapat dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) atau pengawasan yang dilakukan secara rutin oleh inspektorat jenderal pada setiap kementerian dan inspektorat wilayah untuk setiap daerah yang ada di Indonesia, dengan menempatkannya di bawah pengawasan Kementerian Dalam Negeri.

Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang berada di luar unit organisasi yang diawasi. Dalam hal ini di Indonesia adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang merupakan lembaga tinggi negara yang terlepas dari pengaruh kekuasaan manapun. Dalam menjalankan tugasnya, BPK tidak mengabaikan hasil laporan pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah, sehingga sudah sepantasnya di antara keduanya perlu terwujud harmonisasi dalam proses pengawasan keuangan negara. Proses harmonisasi demikian tidak mengurangi independensi BPK untuk tidak memihak dan menilai secara obyektif aktivitas pemerintah.


2.    Pengawasan Preventif dan Represif

Pengawasan preventif lebih dimaksudkan sebagai, “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan.” Lazimnya, pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara lebih besar. Di sisi lain, pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Pengawasan preventif akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung, sehingga penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal.

Di sisi lain, pengawasan represif adalah “pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan.” Pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran, di mana anggaran yang telah ditentukan kemudian disampaikan laporannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan pengawasannya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan.

3.    Pengawasan Aktif dan Pasif

Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk “pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan.” Hal ini berbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui “penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggung jawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.” Di sisi lain, pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil menurut hak (rechmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya.” Sementara, hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah “pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin.”

4.    Pengawasan kebenaran formil menurut hak (rechtimatigheid) dan pemeriksaan

kebenaran materiil mengenai maksud tujuan pengeluaran (doelmatigheid). Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara, pengawasan ditujukan untuk menghindari terjadinya “korupsi, penyelewengan, dan pemborosan anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri.” Dengan dijalankannya pengawasan tersebut diharapkan pengelolaan dan pertanggung jawaban anggaran dan kebijakan negara dapat berjalan sebagaimana direncanakan.
F. Syarat-syarat menjalankan pengawasan yang baik

1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan.
2. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
3. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.
4. Pengawasan harus obyektif,teliti,dan sesuai dengan standard yang digunakan.
5. Pengawasan harus luwes atau fleksibel.
6. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
7. Pengawasan harus ekonomis.
8. Pengawasan harus mudah dimengerti.
9. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi.
Agar pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik,maka pengawasan harus:
1. Ekonomis
2. Mudah dimengerti
3. Adanya tindakan koreksi
4. Melaporkan penyimpangan yang mungkin terjadi


G. Obyek Pengawasan

Dalam melaksanakan fungsi pengawasan manajerial, ada lima jenis obyek yang perlu dijadikan sasaran pengawasan.

·      Obyek yang menyangkut kuantitas dan kualitas barang atau jasa. Pengawasan ini bersifat fisik.
·         Keuangan
·         Pelaksanaan program dilapangan
·         Obyek yang bersifat strategis
·         Pelaksanaan kerja sama dengan sektor lain yang terkait.


BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan :
Berdasarkan dari pembahasan makalah kami, dapat disimpulkan bahwacontrolling atau pengawasan adalah fungsi manajemen dimana peran dari personal yang sudah memiliki tugas, wewenang dan menjalankan pelaksanaannya perlu dilakukan pengawasan agar supaya berjalan sesuai dengan tujuan, visi dan misi perusahaan. Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi manajemen yang lain, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dan pelaksanaan pengawasan dalam manajemen dibutuhkan manajer.

B.    Saran
 Untuk itu kami mengharapkan masukan kepada pembaca demi perbaikan penyusunan selanjutnya. Dan semoga dengan makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk membantu kelancaran perkuliahan.
Baca Selengkapnya

Makalah Toleransi Dalam Islam

UNIVERSITAS ISLAM DJAKARTA


Dirasah Islamiyah


Di Susun Oleh :
 o   Amran Rabani Zubaidi
  o      Achmad Abdu Qowie
o   Ahmad Fathoniansyah
o   Asmiardi


Kelas A

Kelompok 10


UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA

· Alamat: Jakarta Timur, Kota Jkt Tim., Daerah Khusus Ibukota Jakarta

·  Telepon: (021) 8513960


PENDAHULUAN


     A.    LATAR BELAKANG

  Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita egois, kita mempunyai pendapat namun pendapat kita haruslah diterima oleh orang lain. Atau terkadang kita memaksakan kehendak terhadap orang lain untuk mau melakukan hal yang sama dengan kita.

Untuk menghindari itu semua, kita harus mempunyai sikap toleransi, sikap tenggang rasa, agar tidak terjadi rasa saling tidak suka antar sesama. Jika toleransi ada dalam setiap diri kita, Insya Allah dalam bergaul di lingkungan baik sekolah maupun masyarakat akan menjadi lebih baik.

Untuk itulah kami mengangkat tema toleransi dalam makalah ini. Semoga dapat diterima dan dapat dijadikan inspirasi untuk berbuat lebih baik.



    B. Rumusan Masalah

a. Kendala apa yang menjadi permasalahan dalam mencapai kerukunan umat beragama di Indonesia?

b. Bagaimana masyarakat menghadapi permasalahan/kendala dalam mencapai kerukunan antar umat beragama di Indonesia?



    C. TUJUAN DAN MANFAAT

      1.      Tujuan

a.      Menambahkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. ;

b.      Agar lebih dapat meneladani sikap Rasulullah SAW. ;

c.      Agar mengetahui lebih dalam mengenai toleransi ;

d.      Menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari ;

e.        Menghadirkan sikap toleransi dalam bergaul.



      2.      Manfaat :

a.      Menambah keilmuan tentang ajaran Islam ;

b.      Dapat memahami materi toleransi ;

c.       Hati menjadi tenang dengan adanya sikap toleransi ;

d.      Lebih menghargai suatu hal apapun ;

e.      Mempunyai pendirian kuat dengan tidak merendahkan orang lain ;


BAB II

TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN

     A.    PENGERTIAN TOLERANSI


Toleransi adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Sikap toleransi sangat perlu dikembangkan karena manusai adalah makhluk sosial dan akan menciptakan adanya kerukunan hidup. Dan cara memelihara toleransi, antara lain:


     B.    TOLERANSI DALAM ISLAM

Prinsip toleransi yang ditawarkan Islam dan ditawarkan sebagian kaum muslimin sungguh sangat jauh berbeda. Sebagian orang yang disebut ulama mengajak umat untuk turut serta dan berucap selamat pada perayaan non muslim. Namun Islam tidaklah mengajarkan demikian. Prinsip toleransi yang diajarkan Islam adalah membiarkan umat lain untuk beribadah dan berhari raya tanpa mengusik mereka. Senyatanya, prinsip toleransi yang diyakini sebagian orang berasal dari kafir Quraisy di mana mereka pernah berkata pada Nabi kita Muhammad,


“Wahai Muhammad, bagaimana kalau kami beribadah kepada Tuhanmu dan kalian (muslim) juga beribadah kepada Tuhan kami. Kita bertoleransi dalam segala permasalahan agama kita. Apabila ada sebagaian dari ajaran agamamu yang lebih baik (menurut kami) dari tuntunan agama kami, kami akan amalkan hal itu. Sebaliknya, apabila ada dari ajaran kami yang lebih baik dari tuntunan agamamu, engkau juga harus mengamalkannya.” (Tafsir Al Qurthubi, 14: 425).



    C.    AYAT AL-QUR’AN & HADITS YANG MENJELASKAN TOLERANSI


1.      Q. S. Al-Kafirun(109) : 1-6


Artinya :

    1)     Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir !

    2)     Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

    3)     dan kamu bukan penyembah apa yang kamu sembah,

    4)     dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

    5)     dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah,

    6)     Untukmu agamau, dan untukku agamaku.


Asbabun nuzul

Salah satu riwayat menyebutkan bahwa sekelompok pemuka kafir Quraisy datang menemui Rasulullah SAW.. Kedatangan mereka untuk mengajak Rasulullah bersekutu dalam segala hal, termasuk dalam peribadahan. Mereka akan menyembah apa yang beliau sembah, beliau pun diminta menyembah apa yang mereka sembah. Bahkan mereka akan menganngkat beliau sebagai pemimpin. Dengan adanya peristiwa tersebut, maka turunlah wahyu Allah SWT., yaitu Q.S. Al-Kafirun.

Pada ayat 2 dan 4, Rasulullah SAW. menegaskan bahwa beliau tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang disembah orang kafir, yaitu berhala. Dan pada ayat 3 dan 5 Rasulullah SAW., juga menegaskan bahwa orang kafir pun tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang beliau sembah, yaitu Allah SWT.

Pada ayat 6 Rasulullah SAW. menegaskan bahwa orang kafir tetap pada agamanya dan beliau bersama kaum muslimin tetap pada agama tauhid. Dengan demikian, ayat 6 ini sebagai landasan hukum adanya tasamuh dalam beragama.


Kandungan Surah

    a.      Kebenaran itu sumbernya dari Allah SWT. ;

    b.      Manusia diberi kebebasan memilih mau beriman atau kafir bagi orang yang beriman dan beramal sholeh disediakan Surga dan bagi orang yang kafir disediakan neraka ;

    c.       Jika manusia memilih kafir dan melepaskan keimanan maka berarti mereka telah melakukan kezhaliman.


    2.      Q. S. Al-Bayinah(98) : 1-8

Artinya :

    1)     Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

    2)     (yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al-Qur’an),

    3)     di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar),

    4)     Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Ahli Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.

    5)     Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata (menjalankan) agama, dan juga agar melaksnakan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar),

    6)     Sungguh, orang-orang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.

    7)     Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

    8)     Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.

Asbabun Nuzul

Sebenarnya, prinsip nabi-nabi terdahulu ialah sama dengan prinsip agama Islam yaitu ketauhidan dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.. Meskipun agama yang dibawa nabi terdahulu sama dengan Islam, tetapi syariatnya berbeda-beda. Misalnya dalam menjalankan kewajiban dan tata cara beribadah.

Surah Al-Bayinah yang berkaitan dengan toleransi adalah ayat 1-2 . Kedua ayat ini menjelaskan sikap tegas yang dimiliki oleh orang-orang kafir dari golongan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrik. Mereka menyatakan tidak akan meninggalkan ajaran agama mereka

     3.      Q. S. Al-Kahfi(18) : 29


Artinya :

Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu, barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir. “Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

Kandungan Surah

    a.      Kebenaran itu sumbernya dari Allah SWT. ;

    b.      Manusia diberi kebebasan memilih mau beriman atau kafir bagi orang yang beriman dan beramal sholeh disediakan Surga dan bagi orang yang kafir disediakan neraka ;

    c.       Jika manusia memilih kafir dan melepaskan keimanan maka berarti mereka telah melakukan kezhaliman.


    4.      Q. S. Yunus(10) : 40-41


Artinya :

    40)   Dan diantara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan diantaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Rabbmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.

    41)   Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.

Kandungan surah

    a.      Ada golongan umat manusia yg beriman terhadap al-qur'an dan ada yg tdk beriman kepada Al-Qur'an ;

    b.      Allah SWT. mengetahui sikap dan perilaku orang-orang  yang beriman yang bertakwa kepada Allah SWT. dan orang-orang yang tidak beriman yang berbuat durhaka kepada Allah SWT. ;

    c.       Orang-orang  yang beriman kepada Allah SWT. harus yakin bahwa Tasul Allah SWT. yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. dan Al-Qur'an adalah kitab suci yg harus dijadikan pedoman umat manusia sampai akhir zaman.

    5.      Hadits


Di dalam salah satu hadis Rasulullah saw., beliau bersabda :

 حَدَّثَنِا عبد الله حدثنى أبى حدثنى يَزِيدُ قَالَ أنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ.

[Telah menceritakan kepada kami Abdillah, telah menceritakan kepada saya Abi telah menceritakan kepada saya Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Dawud bin Al Hushain dari Ikrimah dari Ibnu 'Abbas, ia berkata; Ditanyakan kepada Rasulullah saw. "Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?" maka beliau bersabda: "Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)]"


D. TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA

Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di Tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Kesadaran akan kerukunan hidup umat beragama yang harus bersifat Dinamis, Humanis dan Demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada masyarakat dikalangan bawah sehingga, kerukunan tersebut tidak hanya dapat dirasakan/dinikmati oleh kalangan-kalangan atas/orang kaya saja.


Toleransi antar umat beragama dapat dimaknai sebagai suatu sikap untuk dapat hidup bersama masyarakat penganut agama lain dengan memiliki kebebasan untuk menjalankan prinsip-prinsip keagamaan (ibadah) masing-masing, tanpa adanya paksaan dan tekanan, baik untuk beribadah maupun tidak beribadah dari satu pihak ke pihak lain. Sebagai implementasinya dalam praktek kehidupan sosial dapat dimulai dari sikap bertetangga, karena toleransi yang paling hakiki adalah sikap kebersamaan antara penganut keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.


Yang paling mungkin adalah mendapatkan pengertian yang mendasar dari agama-agama. Jadi, keterbukaan satu agama terhadap agama lain sangat penting. Kalau kita masih mempunyai pandangan yang fanatik, bahwa hanya agama kita sendiri saja yang paling benar, maka itu menjadi penghalang yang paling berat dalam usaha memberikan sesuatu pandangan yang optimis. Namun ketika kontak-kontak antaragama sering kali terjadi sejak tahun 1950-an, maka muncul paradigma dan arah baru dalam pemikiran keagamaan. Orang tidak lagi bersikap negatif dan apriori terhadap agama lain. Bahkan mulai muncul pengakuan positif atas kebenaran agama lain yang pada gilirannya mendorong terjadinya saling pengertian. Di masa lampau, kita berusaha menutup diri dari tradisi agama lain dan menganggap agama selain agama kita sebagai lawan yang sesat serta penuh kecurigaan terhadap berbagai aktivitas agama


   E.     PENERAPAN TOLERANSI DALAM BERBAGAI KEHIDUPAN



   1.      Dalam Kehidupan Keluarga

Contohnya, ketika adik sedang belajar maka jangan mengganggunya dengan membuat suara yang bising karena akan mengganggu konsentrasinya.

   2.    Dalam Kehidupan Sekolah

          a.    Mematuhi tata tertib sekolah.

          b.    Saling menyayangi dan menghormati sesama pelajar.

          c.    Berkata yang sopan, tidak berbicara kotor, atau menyinggung perasaan orang lain.

   3.    Dalam Kehidupan di Masyarakat

 Cobalah kita renungkan dan kita sadari mengapa terjadi peristiwa seperti tawuran antar pelajar di kota-kota besar, tawuran antar warga, peristiwa atau pertikaian antar agama dan antar etnis dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan cerminan dari kurangnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Jadi toleransi dalam kehidupan di masyarakat antara lain, yaitu:

a.    Adanya sikap saling menghormati dan menghargai antara pemeluk agama.

b.    Tidak membeda-bedakan suku, ras atau golongan.

          4.    Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya merupakan kehidupan masyarakat bangsa. Di dalamnya terdapat kehidupan berbagai macam pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Demikian pula di dalamnya terdapat berbagai kehidupan antar suku bangsa yang berbeda. Namun demikian perbedaan-perbedaan kehidupan tersebut tidak menjadikan bangsa ini tercerai-berai, akan tetapi justru menjadi kemajemukan kehidupan sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu kehidupan tersebut perlu tetap dipelihara agar tidak terjadi disintegrasi atau terpecah belahnya suatu bangsa.

Adapun toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara antara lain:

                            a.    Merasa senasib sepenanggungan.

                            b.    Menciptakan persatuan dan kesatuan, rasa kebangsaan atau nasionalisme.

                            c.    Mengakui dan menghargai hak asasi manusia.


   F.     HIKMAH BERTOLERANSI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1.      Menghargai kepada sesama ciptaan Allah SWT. ;

2.      Menghindari terjadinya perpecahan ;

3.      Memperkokoh silaturahmi dan menerima perbedaan ;

4.      Tenggang rasa dan suka menolong kepada orang lain ;

5.      Menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai ;


BAB III

PENUTUP

   A.    KESIMPULAN

Berdasarkan apa yang sudah dijelaskan pada pembahasan, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan, antara lain :


    1.      Toleransi adalah sikap memberikan kemudahan, berlapang dada, mendiamkan, dan menghargai ;

    2.      Islam merupakan agama yang menjadikan sikap toleransi sebagai bagian yang terpenting, sikap ini lebih banyak teraplikasi dalam wilayah interaksi sosial sebagaimana yang ditunjukkan dari sikap Rasulullah SAW. terhadap non muslim pada zaman beliau masih hidup ;

    3.      Sikap toleransi dalam beragama adalah menghargai keyakinan agama lain dengan tidak bersikap sinkretis yaitu dengan menyamakan keyakinan agama lain dengan keyakinan Islam itu sendiri, menjalankan keyakinan dan ibadah masing-masing ;


Kendala-kendala yang dihadapi dalam mencapai kerukunan umat beragama di Indonesia ada beberapa sebab, antara lain;

Ø Rendahnya Sikap Toleransi

Ø Kepentingan Politik dan ;

Ø SikapFanatisme

Adapun solusi untuk menghadapinya, adalah dengan melakukan Dialog Antar Pemeluk Agama dan menanamkan Sikap Optimis terhadap tujuan untuk mencapai kerukunan antar umat beragama.


   B.    SARAN

Terapkan sikap toleransi pada setiap diri kita agar terciptanya kerukunan dan kedamaian dalam lingkungan kehidupan.

Bertoleransi bukan berarti kita tidak peduli terhadap orang lain, melainkan menanamkan sikap yang positif untuk menghargai
Baca Selengkapnya

Makalah Mengelola Hidup yang Bersih dan Berbudaya


Kelompok 2

Ahmad Sahal

Amran Rabani Zubaidi 

Mifta Ulum


BAB I

PENDAHULUAN



A.     Latar belakang

Pengamalan ajaran Agama sebagai konsekuensi dari iman disamping mengandung nilai ibadah yang mendapat pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, disamping itu juga merupakan usaha pemeliharaan kesehatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.


Usaha-usaha untuk hidup bersih dihadapkan pada tekanan-tekanan hidup yang semakin kompleks, berupa kemiskinan, pencemaran lingkungan dan keterbatasan daya dukung alam sebagai akibat pertambahan penduduk yang berlipat. Seperti diketahui bahwa kesehatan sangat erat kaitannya dengan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kehidupan yang kurang bersih dan lingkungan yang tercemar akan mudah terserang berbagai penyakit.


B.             Rumusan Masalah

    Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1.       Apa yang dimaksud dengan kebersihan ?

2.       Apa saja cakupan kebersihan dalam ajaran islam ?

3.       Mengapa kebersihan sangat penting dalam hidup berbudaya ?

4.       Apa saja Langkah langkah dalam mengelola hidup bersih ?


  C.      Tujuan Penulisan

        Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penulisan makalah ini adalah :

1.       Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan mengelola hidup dengan kebersihan.

2.       Untuk mengetahui mengapa kebersihan sangat penting dalam berbudaya.

3.       Untuk mengetahui apa saja cakupan kebersihan dalam Islam.

4.       Supaya lebih memahami bagaimana tuntunan ajaran Islam dalam kebersihan




D.             Metode Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.             Pengertian Mengelola Hidup Yang Bersih dan Berbudaya

Kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala yang

kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan, dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak hanya merusak keindahan tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan.

B.             Pentingnya Mengelola Hidup Yang Bersih

Lingkungan bersih merupakan dambaan semua orang. Namun tidak mudah untuk menciptakan lingkungan kita bisa terlihat bersih dan rapi sehingga nyaman untuk dilihat. Tidak jarang karena kesibukan dan berbagai alasan lain, kita kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan di sekitar kita, terutama lingkungan rumah.Seiring majunya tingkat pemikiran masyarakat serta kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan, maka tingkat kesadaran untuk memiliki lingkungan dengan kondisi bersih seharusnya ditingkatkan dari sebelumnya. Beragam informasi mengenai pentingnya lingkungan dengan kondisi bersih serta sehat dapat diketahui melalui media cetak dan online.Tentu saja lingkungan dalam kondisi bersih serta sehat akan membuat para penghuninya nyaman dan kesehatan tubuhnya terjaga dengan baik. Kesehatan tubuh manusia berada pada posisi paling vital. Alasannya tentulah mengarah pada keberagaman kegiatan hidup manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


C.             Pentingnya Kebersihan Menurut Islam

ungkapan “ Bersih Pangkal Sehat ” mengandung arti betapa pentingnya kebersihan bagi kesehatan manusia, baik perorangan, keluarga, masyarakat maupun lingkungan.

Begitu pentingnya kebersihan menurut Islam, sehingga orang yang membersihkan diri atau mengusahakan kebersihan akan dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana firmannya : “ Sesungguhnya Allah Menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang

menyucikan diri ”. (Qs. al-Baqarah ayat 222)


        Ajaran kebersihan dalam agama Islam merupakan konsekuensi dari keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, orang Islam membersihkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kebersihan itu  bersumber dari iman dan merupakan bagian dari iman. Dengan demikian kebersihan dalam Islam mempunyai aspek ibadah dan aspek moral.

       Ajaran kebersihan tidak hanya merupakan slogan atau teori belaka, tetapi harus dijadikan pola hidup praktis, yang mendidik manusia hidup bersih sepanjang masa, bahkan dikembangkan dalam hukum Islam. Dalam rangka inilah dikenal sarana-sarana kebersihan yang termasuk kelompok ibadah, seperti : wudhu, tayammum, mandi.

      

1.     Cakupan Kebersihan

               Di dalam kitab Fiqh, masalah yang berkaitan dengan kebersihan disebut “Thaharah ”. ath-Thaharah secara etimologi berarti “ kebersihan ”. kebersihan menurut syara’ mencakup kebersihan badan, pakaian dan tempat. Kata ath-Thaharah disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak lebih dari tiga puluh kali, diantaranya tercantum di dalam Qs. al-Maidah ayat 6


Artinya : “ Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

 Makna ‘Thaharah” mencakup aspek bersih lahir dan batin. Bersih lahir artinya terhindar dari segala kotoran, hadas dan najis. Sedangkan bersih batin artinya terhindar dari  sifat tercela.



2.      Hadist Hadist Tentang Hidup Bersih

اَلنَّظَافَةٌ مِنَ اﻻِيْمَانِ٠﴿ﺮﻮﺍﻩ ﺍحمد﴾

Artinya : “Kebersihan itu sebagian dari iman”. (HR. Ahmad)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Artinya seorang muslim telah memiliki iman yang sempurna jika dalam kehidupannya ia selalu menjaga diri, tempat tinggal dan lingkungannya dalam keadaan bersih dan suci baik yang bersifat lahiriyah (jasmani) maupun batiniyah (rohani).

اَﻻِسْلَامُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْا فَاِنَّهُ ﻻَيَدْحُلُ الْجَنَّةَ اﻻَّ نَظِيْفٌ ٠﴿ﺮﻭﺍﻩ ﺍلبيهقى﴾

Artinya : “Agama Islam itu (agama) yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”.(HR. Baihaqy)

Hadits tersebut menjelaskan bahwa agama islam adalah agama yang suci. Untuk itu umat islam harus menjaga kebersihan, baik kebersihan jasmani maupun rohani. Orang yang selalu bersih dan suci mengindikasikan bahwa ia telah melaksanakan sebagian dari perintah agama dan akan memperoleh fasilitas berupa surga di akherat kelak.

اِنَّ ﷲَتَعَالَى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةُ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَّادٌ يُحِبُّ الْجُوْدَ فَنَظَّفُوْااَفْنِيَتَكُمْ ٠﴿رواه التّرمذى﴾

Artinya : “Sesungguhnya Allah itu baik, mencintai kebaikan, bahwasanya Allah itu bersih,menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indahmenyukai keindahan, karena itu bersihkan tempat-tempatmu”. (HR. Turmudzi)


D.             Hidup Bersih dalam Kehidupan Berbudaya


Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat adalah tangung jawab bersama. Khususnya masyarakat yang ada disekitar lingkungannya. Mereka memiliki peran yang penting dalam menjaga lingkungan serta menciptakan budaya lingkungan yang bersih dan sehat.

Satu fenomena yang menarik bahwa tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih kurang. Meskipun pemerintah (Lembaga Kelurahan maupun RT dan RW) sudah berupaya memberikan pembinaan, pembimbingan serta pengarahan tentang kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan yang ada disekitar mereka. Rendahnya tingkat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan dapat dilihat dari cara hidup masyarakat yang sebagian besar belum mencerminkan budaya hidup bersih dan sehat.

     Hal ini dapat dicermati masih banyak sampah yang berserakan dan menumpuk dilingkungan tempat tinggal disekitar mereka, sisa-sisa plastik dan makanan, tempat seperti sumur ( tempat MCK) yang jarang dibersihkan serta selokan-selokan yang memang sengaja dibendung oleh salah satu warga. Sehingga hal tersebut menyebabkan penyumbatan saluran air dan menjadi sarang bibit nyamuk, serta menyebabkan ganguan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Satu hal lain yang dapat diamati yaitu kebanyakan masyarakat cenderung menganggap enteng mengenai masalah kondisi kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka dan terhadap pola perilaku terhadap kesehatan.

     Dalam lingkungan masyarakat masalah tersebut di atas, merupakan hal yang biasa dan tidak cukup menarik untuk dipermasalahkan. Akan tetapi kalau dibiarkan begitu saja, justru dapat menimbulkan pengaruh yang kurang baik, terutama terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan. Pada prinsipnya peningkatan kesehatan masyarakat memerlukan adanya keikutsertaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama penanaman budaya hidup bersih dan sehat sejak dini dalam keluarga.


Hadits ke-3 menjelaskan bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Baik, Maha Suci, dan MahaIndah. Dia mencintai kebaikan, kesucian, kemuliaan, dan keindahan. Agar kita dicintai Allah maka hendaknya kita harus senantiasa berbuat kebajikan, menjaga kesucian (kebersihan lahir dan batin), mengagungkan Allah SWT dan berbuat kemuliaan terhadap sesama manusia dan menjadikan tempat tinggal dan lingkungannya terlihat teratur, tertib dan indah.


E.             Langkah Langkah Dalam Mengelola Hidup Bersih


    Memberikan kesadaran tentang arti penting lingkungan yang bersih kepada masyarakat, terutama pada anak-anak agar kesadaran tersebut bisa tumbuh sejak usia dini. Membiasakan hidup bersih sejak usia anak-anak tentu lebih membuahkan hasil yang luar biasa daripada pembiasaan diri pada usia setelahnya. Alasannya tentu saja berkaitan dengan kesadaran yang berhasil muncul melalui kebiasaan. Anak-anak tidak perlu diperintah ataupun dipaksa untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Mereka diberi contoh dan pemahaman akan pentingnya kebersihan, maka hal itu akan menancap dan dilakukan dengan maksimal dan sebaik mungkin dalam kehidupannya. Mereka akan terus mengingat dengan baik hal positif yang sering dilakukannya dengan kesadaran tanpa adanya rasa takut, khawatir ataupun was-was jika belum berhasil melakukan upaya menjaga kebersihan. Mereka akan terus belajar dan berlatih karena lingkungan sekitarnya memberikan contoh dan pemahaman dengan benar.


    Buatlah tempat sampah yang memisahkan antara sampah organik dan non organik. Hal ini penting dilakukan agar memudahkan upaya untuk menanggulangi timbunan sampah. .Jika sampah organik berhasil dipisahkan, maka akan mudah untuk merencanakan langkah positif terhadap sampah. Sampah adalah komponen yang begitu dekat dengan kehidupan manusia. Dan seringkali dalam pembuangannya menimbulkan banyak permasalahan. Untuk itu, haruslah dipikirkan cara yang paling tepat untuk dapat mengelola sampah ini termasuk dalam pembuangan mulai dari tahap di rumah tangga sampai di tempat pembuangan terkahir. Atau juga bagaimana cara untuk mendaur ulang sampah agar masih dapat untuk dipergunakan kembali.


    Buatlah jadwal rutin untuk melakuan aktivitas pembersihan lingkungan secara terjadwal. Melalui jadwal, maka kita akan membiasakan diri disiplin menjaga kebersihan lingkungan. Tidak masalah meski ada kendala di tengah pelaksanaannya. Tapi hal penting adalah keseriusan dan keberlanjutan hidup bersih serta sehat Kita tak akan mendapatkan atau merasakan manfaat dari lingkungan yang bersih tanpa adanya kemauan dari diri kita sendiri untuk melakukan pembersihan lingkungan. Dan hal ini seharusnya dijadikan sebagai sebuah kebiasaan hidup.


BAB III

PENUTUPAN


     A.   KESIMPULAN


         Kebersihan merupakan komponen terpenting bagi manusia yang harus dijaga dengan baik. Dengan demikian akan tercipta suatu keselarasan. Kebersihan merupakan sebagian dari iman seseorang. Oleh karena itu marilah kita menjaga kebersihan dengan baik. Lingkungan yang bersih menjauhkan diri kita dari berbagai macam penyakit, dengan demikian kita akan menjadi manusia yang sehat, dan di dalam diri manusia yang sehat terdapat akal yang sehat.


Kebersihan merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, dalam hal ini manusia sering sekali melecehkan hal tersebut.Tetapi setelah kita mengetahui seluk beluk,sebab akibat dari kurangnya menjaga kebersihan akan menjadikan suatu ancaman yang sangat besar bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat berbudaya maka dari itu kebersihan dimulai dari menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, halaman dan selokan, dan membersihkan jalan depan rumah dari segala sampah yang ada.


     B.    SARAN


Bagi masyarakat Indonesia, kita wajib dan harus menjaga kebersihan agar kita terhindar dari berbagai penyakit dan kuman-kuman. Jadi saran saya jika kita tidak ingin terserang dari berbagai penyakit, maka berpandai-pandailah dalam melaksanakan atau melakukan kebersihan di lingkungan sekitar kita dengan rutin.


        Dalam pembuatan makalah ini, kita selaku penyusun menyarankan agar kebersihan lingkungan hendaknya dilakukan oleh seluruh individu masyarakat. Karena jika tidak ada kerjasama yang baik, maka kerbersihan lingkungan tidak akan terwujud.



Baca Selengkapnya

Sabtu, 22 Agustus 2015

Penggusuran Kampung Pulo Mendadak Ricuh dan Bentrok [Full] Rep : Amran

                                            
Baca Selengkapnya

Selasa, 21 Juli 2015

Hal Hal yang di kangenin saat kuliah , Setelah wisuda

Perjuangan kalian selama perkuliahan terselesaikan sudah Lega pasti rasanya bisa mengenakan "Toga Wisuda" serta upacara wisuda bersama rekan rekan seperjuangan . Namun, tanpa disadari sebentar lagi kalian akan segera berpisah dengan para rekan seperjuangan :(



 Beberapa hal ini mungkin agan rasakan saat atau setelah agan Wisuda

 1. Kangen dengan rekan rekan jenius yang selalu jadi penyelamat saat ujian!

 
 Rekan seperti ini tentu akan sangat agan rindukan Dia selalu membantumu pada saat ujian kebayang kan kalo rekan seperti itu gak ada. dialah yang menjadikanmu seperti ini sekarang..dan karena dia juga kita bisa wisuda tepat waktu dan dapat nilai yang memuaskan..

2. Nggak ada Lagi namanya nongkrong dikosan bareng teman teman yang beda daerah!
 
 Notabene kampus" besar yang ada dikota besar dan banyak menerima mahasiswa mahasiswa dari luar daerah bahkan luar pulau, pasti mereka yang dari berbagai daerah mempunyai hal unik tersendiri (misal logat bicara) yang bakal kalia kangenin

3. Rindu akan perasaan bahagia saat kelas dibatalkan.





 Inilah hal yang paling menyenangkan saat dosen tidak masuk kelas apalagi dosen yang ngebosenin yang ga masuk . kalian bakal main dan nongkrong saat dosen ga masuk hari tersebut

4. Sedih karena nggak ada lagi begadang demi tugas bareng teman!


 Tugas menumpuk dan deadline hari esok akan memaksa kita untuk begadang hingga malam bahkan tak jarang hingga fajar datang kita masih berkelut dengan yang namanya tugas...entah sendiri atau bersama teman seperjuangan. Tapi kalo difikir fikir hal hal seperti itu justru yang membuat masa kuliah jadi makin berkesan buatmu!


5. Belajar demi ujian sudah tiada lagi...tapi hal seperti itu terkadang bikin kangen!
 
 hal hal yang membuat kalian lelah ada saat kalian belajar demi ujian dan itulah yang mungkin bakal kita nganenin apalagi kalo belajar bersama teman

6. Tempat nongkrong bareng temen yang senantiasa menemani masa perjuangan dan ngegosip bareng




Masa kuliah memang masa yang indah , tentu banyak momen lain selain hal diatas yang bakal agan kangenin saat aklian sudah diwisuda dan mulai beranjak berpisah dengan rekan seperjuangan untuk melanjutkan studi, bekerja atau yang lainya.

Kuliah itu gak lama, maka dari itu nikmati semua itu bareng rekan" agan sekalian. Karena begitu agan lulus, agan sekalian gak bakal bisa ngulang moment selama masa kuliah !












Baca Selengkapnya

Jumat, 29 Mei 2015

Pengertian dan Faktor Interaksi Sosial

 

Pengertian Interaksi Soisal

Secara harfiah interaksi berarti tindakan (action) yang berbalasan antarindividu atau antarkelompok. Tindakan saling mempengaruhi ini seringkali dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol atau konsep-konsep.

Jadi, pengertian interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.

Interaksi sosial melibatkan proses-proses sosial yang bermacammacam, yang menyusun unsur-unsur dinamis dari masyarakat, yaitu proses-proses tingkah laku yang dikaitkan dengan struktur sosial.
Faktor Terjadinya Interaksi Sosial

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasari oleh faktor-faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah atau dalam keadaan yang bergabung.

  1. Faktor Imitasi
    Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk memusuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, tetapi juga bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif, sebab yang ditiru mungkin tindakan-tindakan yang menyimpang.

  2. Faktor Sugesti
    Faktor ini berlangsung kalau seseorang memberi sesuatu pandangan yang berasal dari dirinya, yang kemudian diterima oleh pihak lain. Berlangsungnya sugesti, dapat juga terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi.

  3. Faktor Identifikasi
    Identifikasi, yaitu kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menyamakan dirinya dengan pihak lain. Identifikasi bersifat lebih mendalam daripada imitasi dan sugesti. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya ataupun dengan disengaja.

  4. Faktor Simpati
    Simpati, yaitu suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Proses simpati akan dapat berkembang jika terdapat saling pengertian pada kedua belah pihak.

  5. Faktor Empati
    Empati, yakni gejala kejiwaan tetapi dibarengi dengan perasaan organisma tubuh yang sangat dalam sehingga seolah-olah ikut merasakan penderitaan seseorang atau sekelompok orang yang terkena musibah. Misalnya, kita ikut merasa iba sampai meneteskan air mata ketika menyaksikan peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa.

| Syarat Syarat Terjadinya Interaksi Sosial |

Berbicara mengenai syarat syarat terjadinya interaksi sosial, maka suatu interaksi sosial tidak akan dapat terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu :
(1) Syarat terjadinya interaksi sosial adanya kontak sosial (social Contact).
(2) Syarat terjadinya interaksi sosial adanya komunikasi.
1. Syarat terjadinya Interaksi Sosial adanya Kontak Sosial (Social Contact)
Syarat terjadi interaksi sosial yang pertama adalah adanya kontak sosial. Kontak sosial merupakan hubungan sosial yang terjadi baik secara fisik maupun non fisik. Kontak sosial yang terjadi secara fisik yaitu bertemunya individu secara langsung, sedangkan kontak sosial yang terjadi secara non fisik yaitu pada percakapan yang dilakukan tanpa bertemu langsung, misalnya berhubungan melalui media elektronik seperti telepon, radio dan lain sebagainya.
Dalam interaksi sosial, Kontak sosial juga dapat bersifat positif atau negatif. Dalam hal ini, Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sedangkan kontak sosial yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Contohnya jika pedagang sayur menawarkan sayurnya pada nyonya rumah dan diterima dengan baik sehingga memungkinkan terjadinya proses jual-beli, maka kontak sosial tersebut bersifat positif. Lain halnya jika nyonya rumah hanya menggerutu sewaktu ditawarkan yang kemungkinan besar tidak akan terjadi jual beli, maka kontak tersebut bersifat negatif karena dapat menyebabkan tidak berlangsungnya suatu interaksi sosial.
Dalam Interaksi Sosial, Kontak sosial dapat pula bersifat primer dan sekunder. Kontak sosial primer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapam muka, misalnya apabila orang-orang tersebut berjabat tangan, saling senyum. Sebaliknya kontak sosial yang sekunder memerlukan suatu perantara, misalnya A berkata kepada B, bahwa C sangat menyukai si A. Walaupun B tidak bertemu dengan si C, akan tetapi mendengar komentar yang dikeluarkan si A mengenai pendapat si C, secara tidak langsung mereka bertiga telah melakukan interaksi sosial.
2. Syarat terjadinya Interaksi Sosial adanya Komunikasi
Syarat terjadinya interaksi sosial yang kedua adalah adanya komunikasi. Komunikasi adalah memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak tubuh maupun sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Individu yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh individu lain tersebut. Jadi komunikasi merupakan suatu proses dimana satu sama lainnya saling mengerti maksud atau perasaan masing-masing, tanpa mengerti maksud atau perasaan satu sama lainnya tidak dapat dikatakan sebagai komunikasi.
Dalam interaksi sosial, suatu kontak sosial dapat terjadi tanpa komunikasi. Misalnya pada orang Indonesia bertemu dan berjabat tangan dengan orang Argentina, lalu dia bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia dengan orang Argentina tersebut padahal yang terjadi orang Argentina tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Indonesia. Dalam hal in kontak sosial sebagai syarat terjadinya interaksi sosial yang utama telah terjadi, namun komunikasi sebagai syarat terjadinya interaksi sosial yang kedua tidak terjadi karena kedua orang itu tidak mengerti perasaan masing-masing. Apabila dihubungkan dengan interaksi sosial, maka dapat dikatakan bahwa kontak sosial tanpa komunikasi tidak mempunyai arti apapun.
Dari kedua syarat terjadinya interaksi sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadinya interaksi sosial harus adanya kontak sosial dan komunikasi. Jika salah satu syarat tidak dipenuhi, maka tidak dapat dikatakan sebagai interaksi sosial. Adanya kontak sosial yang terjadi tanpa adanya saling mengerti maksud atau perasaan masing-masing, maka bukan merupakan proses interaksi sosial. Jadi disini Interaksi sosial merupakan kontak sosial yang terjadi, dimana saling mengerti maksud atau perasaan masing-masing.
Sekian pembahasan mengenai pengertian interaksi sosial dan syarat syarat terjadinya interaksi sosial, semoga tulisan saya mengenai pengertian interaksi sosial dan syarat syarat terjadinya interaksi sosial dapat bermanfaat.

Bentuk-bentuk interaksi sosial adalah Asosiatif dan Disasosiatif (Soerjono Soekanto, 2010: 64).

a. Asosiatif
Asosiatif terdiri dari kerjasama (cooperation), akomodasi (accomodation). Kerjasama disini dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
b. Disasosiatif
Disasosiatif terdiri dari persaingan (competition), dan kontravensi (contravention), dan pertentangan (conflict). Persaingan diartikan sebagai suatu proses sosial di mana individu atau kelompok – kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang – bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Baca Selengkapnya

Rabu, 13 Mei 2015

15 Julukan Untuk Para Mahasiswa di Kampus

INILAH JULUKAN JULUKAN MAHASISWA YANG BERADA DI KAMPUS


1. The Invisible Student
 
Mereka adalah mahasiswa di kelas kalian yang tak terlihat . Biasanya Di ABSEN mereka ada , tapi aneh nya  orang tersebut tidak ada makanya dia di juluki The Invisible Student .



2. Score Hunter
Mereka adalah mahasiswa yang Pintar . Mereka mempunyai hidup yang flat flat aja . Tapi jangan salahkan mereka pada saat lagi seriusnya belajar atau mengerjakan tugas , mereka akan bentakin kalian karna mengajak ngobrol atau bercanda.Maklum aja, target utama mereka adalah mendapat nilai yang setinggi mungkin sehingga jauh dari pesaingnya




3. Silent But Deadly
 
 Mahasiswa ini mempunyai kehidupan yang sulit di tebak (Misterius). Biasanya tipe Mahasiswa ini dikelas diam saja dan hanya mau memulai pembicaraan hanya pada orang tertentu itupun teman sebangku. Tapi hati hati dengan orang ini diam diam bisa mengungguli nilai teman temannya..




4. Normal People
  \
Mahasiswa ini sangat mudah ditemui . biasanya kehidupan mahasiswa ini flat flat aja. Mulai dari bangun tidur, mandi, makan, ngampus, pulang, mandi, tidur, bangun, ngampus, pulang lagi dst..!!





5. Medal Of Honour
 
Tipikal Mahasiswa ini jarang ditemui di kelas . mahasiswa ini biasanya sering nongol di mading mading ataupun majalah majalah kampus . mereka adalah orang sibuk yang kerjanya mencari penghargaan dan jarang berada di kelas




6. Mister Star
 Mahasiswa yang Populer dikampus , mereka tenar akan dirinya karna wajahnya atau perilakunya . mahasiswa ini sangat mudah ditemui di kampus kalian . saking terkenalnya para hawa atau para adam akan mengidaminya





7. Master Of Ekstrovert
  
Mahasiswa ini adalah mahasiswa yang aktif bersosial . Mahasiswa ini mengikuti banyak organisasi organisasi di kampus . mereka adalah mahasiswa yang mempunyai semangat yang tinggi dalam sosial.





8. The Hangout Man
Mahasiswa Mahasiswa  ini adalah orang yang suka nongkrong saat pelajaran berlangsung atau saat pulang ngampus . jika kalian ingin melihat orang ini biasanya mereka ada di sekitar depan kampus.
saat nongkrong di lesehan mahasiswa ini bisa menghabiskan berjam berjam hanya untuk mengobrol




9. Gadget Maniac
 
Tipikal Mahasiswa ini benar benar sangat mudah ditemui akhir akhir ini .Terutama Mahasiswi yang paling banyak masuk kriteria ini . Hampir setiap pelajaran update status dan baca baca di media sosial .Bahkan saat pelajaran berlangsung mereka asik bermain gadget. Mahasiswi ini selalu membawa gadget kemana mana . Dan banyak di temui kasus HP mahasiswi Nyemplung ke dalam WC haha~





10. Mother Of Music
  
Ini dia yang tidak kita lupakan Mahasiswa Pecinta Musik . Mempunyai keahlian bermain alat musik seperti Gitar, Piano, Drum dll . Mahasiswa ini dapat kita temui saat ulang tahun kampus dan saat seminar . Jrengg Jrengg Jrengg~~~



11. Introvert Human
   
 Mahasiswa yang introvert biasanya lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Tak ada yang salah dengan menjadi seorang yang introvert. Tapi satu hal terburuk yang dipikirkan orang lain adalah, orang introvert cenderung pemalu dan dianggap tidak ramah. Padahal, mungkin memang memilih waktu untuk sendirian dan bahagia dengan keadaan itu. 




 12. The Gamer & Programer
ini adalah mahasiswa yang biasanya memiliki nilai pas passan . Tapi kalo di tanya soal TIK dan Game . Tipe Ini akan selalu mendominasi dalam pelajaran pelajaran itu . Maklum aja skill komputer mereka sangat mahir . mereka mahir karna game dan sering ngotak ngatik ga jelas di komputernya



13. Fanatic Film
  
Di kelas kalian pasti ada mahasiswa seperti ini . mahasiswa sejenis ini membawa laptop ke kampus untuk menonton film dan berbagi film . biasanya yang sering mereka tonton ialah DRAMA , ACTION DAN ANIME . orang orang ini akan mulai nonton saat dosen tidak ada di kelas.

 

14. Sport Impact
  
Mahasiswa Olahragawan yang hobinya ngajakin dan bermain Futsal atau basket . Mereka kadang Battle dengan Kelas atau Fakultas lain . Para lelaki ini biasanya bermain futsal atau basket untuk menghilangkan penat saat setelah lelah belajar seharian di kampus




15. Bad Boys/Girl
 ini dia cuyy, Mahasiswa yang nakal dan iseng di kelas . Mereka sering buat onar di kampus , mungkin udah jarang ada mahasiswa ini ,tapi di beberapa kampus masih ada cuyy... dan kadang nilai orang ini apa adanya . tapi kadang di dalam kenakalannya mereka punya aura yang cool (katanya)
 


Baca Selengkapnya

Selasa, 12 Mei 2015

Cerita Cinta : Sebuah Kotak Musik




Cowo : Sayang , lagi ngapain?
Cewe : Pengen tau banget sihh..
Cowo : Kan aku pacar kamu sayang
Cewe : Yaudah terus kenapa?
Cowo : Gapapa sih :) , sayang ada
waktu ga hari ini? 

Kita ketemuan yuk dicafe”
Cewe : Yaudah

*Saat di cafe*



(Akhirnya cewe itu pun datang)
Cewe : Ngapain disuruh kesini?

Cowo : Nih buat kamu *sambil memberikan kotak musik*
Cewe : Apaan coba ini !! Dikirain mau
ngasih Cincin eh gatau nya malah
ini ! Gue sih juga bisa beli !
Cowo : Itukan tanda cinta ga perlu mahal
Se'enggaknya sayang , terimalah
*sambil menaruh kotak musik itu ketangan cewenya *:

Cewe : Apaan sih ! Ga romantis tau ga !
*lalu cewe tersebut sambil melempar kotak musik itu kejalan raya*

Si cowo langsung berlari dan mengambil kotak musik itu dijalan raya ,
tak disangka tiba-tiba mobil dengan kencangnya melaju
dan menabrak si cowo. Dan si cowo tersebutpun terpental jauh
Cewe : Sayang....!!! (teriak dengan kencangnya)
*si cewenyapun berlari ke jalan raya dan memeluk si cowo tersebut*

dengan tenaga yang sisa sedikit akibat kecelakaan tersebut sicowo bilang kepada si cewe
"Terima lah ini sayang" *sambil menyerahkan kotak musik itu kepada si cewe*

Dan si cewe langsung menerimanya dan beberapa detik kemudian Tuhan
berkehendak lain , dan si cowo pun pergi untuk selama lamanya.
si cewepun membuka isi kotak musik tersebut..
Lalu terdengar suara dari kotak
musik itu : "Will you marry me?" dan terbukalah kotak itu ada sebuah cincin emas . Sicewe langsung nangis dan memeluk si cowo yang bergelimang darah akibat tabrakan yang di deritanya



*"Jadi guys jangan pernah meremehkan orang yang mencintai kita , ada baiknya jika kita menghargai perasaannya .. karna kita tidak tau betapa besar pengorbanan cintanya terhadap kita"*
Baca Selengkapnya